Cari Blog Ini

Memuat...

Solo Travelling #1 Persiapan Sebelum Backpacker an Sendirian

Malaysia dan Singapore adalah negeri jiran yang merupakan salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia, baik menggunakan sebuah travel agen atau backpacker bersama beberapa teman yang punya hobi yang sama dengan kita. Saya salah satu dari sekian para backpacker yang sangat hobi untuk ber travelling. Malaysia dan Singapore mungkin hanya dua negara ini yang bisa dibilang sering saya kunjungi beberapa tahun belakangan ini. Lebih tepatnya Kuala Lumpur, yap a capital of Malaysian country yang dalam satu tahun bisa saya kunjungi 2 atau 3 kali. Mmmm seperti tahun 2014 saya mengunjungi Malaysia sampai 3 kali, dan begitu juga untuk Singapore.
Image by http://salemtours.in/wp-content/themes/salem_tours/images/singapore-malaysia.jpg
Menurut saya ya dua negara ini adalah negara yang terdekat dengan Indonesia dan antara Malaysia dan Singapore terhubung dengan sebuah jembatan yang mempermudahkan penduduk antara kedua negara untuk saling mengunjungi dengan di dukung oleh transportasi kedua negara yang sangat bagus dan bermacam macam, seperti Bus, Kereta Api (KTMB), dan tentunya kendaraan pribadi.

Salah satu alasan saya keseringan mengunjungi Malaysia adalah Airasia, yapppp Airasia sebuah maskapai low cost yang bertuliskan "Now Everyone Can Fly" dengan tubuh yang di semaraki warna dominan merah ini sering memberikan promo low fare bahkan 0 rupiah atau sebagai member Airasia yang sudah terdaftar di sebuah program Airasia Big Point sering mendapatkan priority lebih dulu untuk hunting tiket promo dengan menukarkan poin Airasia Big, adalah salah satu Big Loyalty Programme dari Airasia bagi pelanggan setianya. Banyak keuntungan atau benefit yang bisa kita dapatkan dari mengikuti program Airasia Big ini, misalnya bisa menukarkan poin yang terkumpul dan jikalau beruntung bisa mengikuti promo 0 poin untuk ditukarkan dengan penerbangan untuk rute rute tertentu, biasanya rute domestik menuju Kuala Lumpur.
Arrival Hall di KLIA2 Images by enrymazni.com
Untuk Itinerary saya saat ini adalah Colmar Tropicale di Malaysia dan Madame Tussaud Singapore, tiket Airasia seharga 400 ribuan PP sudah pun saya dapatkan saat promo 0 Big poin nya pada bulan Maret 2015, untuk rute Pekanbaru ke KLIA2 Malaysia sebuah bandara baru yang di bangun berkonsep shopping mall diperuntukkan buat pesawat Low Cost yang salah satunya adalah Airasia ini. Semua kebutuhan untuk bersolo travelling nanti pun sudah saya persiapkan jauh jauh hari sebelum kebernagkatan, seperti membuat itinerary atau skedul selama perjalanan nanti, browsing internet sebagai sumber informasi utama bagi seorang traveller atau para backpacker, membooking budger hotel atau kamar dormitory merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi seorang backpacker. dalam urusan membooking saya selalu menghandalkan sebuah situs web Booking dot com, kenapa saya merekomendasikan web ini, karena salah satu kemudahan yang kita dapatkan adalah pembayaran bookingan bisa kita lakukan saat kita cek in di hotelnya.

Kemudian selain menggunakan jasa web online seperti Booking dot com, saya juga biasa menggunakan easybook dot com, yaitu sebuah website yang menyediakan tiket online booking baik untuk Bus, Train, Car, Tour, Ferry untuk memudahkan kita dalam pembelian tiket transportasi untuk negara Indonesia, Malaysia, Singapore dan Thailand. Untuk perjalanan saya dari Kuala Lumpur menuju Singapore menggunakan Train (KTM) yang berbasis di Malaysia, yaa Kereta Tanah Melayu ini melayani rute KL Sentral (Stasiun di Kuala Lumpur) menuju Woodland Singapore waktu itu saya mendapatkan harga tiket 34 MYR.  Sebenarnya selain train cara menuju Singapore sangat banyak, tetapi kenapa saya lebih memilih train? dengan jadwal keberangkatan dari KL Sentral menuju Woodland Singapore (last train) pukul 23.00 waktu setempat adalah salah satu cara saya untuk menghemat cost, karena saya tidak memerlukan penginapan baik di Malaysia maupun Singapore, karena lama perjalanan train nya lebih kurang 7 sd 8 jam jadi saya bisa beristirahat atau menginap dalam train selama perjalanan tadi. Karena train akan sampaidi Singapore lebih kurang pukul 07.00 pagi nya. Nah ini salah satu tips bagi para backpacker untuk menghemat cost travellingnya.

Nah masih ada satu lagi ne layanan online yang saya gunakan, yaitu membooking tiket untuk masuk Madam Tussaud Singapore. Sebenarnya banyak bertebaran di internet web web jasa penjualan tiket baik itu tiket Bus, Train, atau tempat tempat wisata yang akan kita kunjungi. Tapi, kita harus bener bener memperhatikan legalitas web nya apakah benar bisa terpercaya atau hanya akal akalan saja. Saran saya untuk pembelian tiket tempat wisata sebaiknya langsung ke website resminya, seperti website rwsentosa dot com untuk semua tempat wisata yang ada sentosa island Singapore. Untuk tiket Madame Tussauds saya Singapore saya langsung membelinya di website madametussauds dot com karena lebih murah dibandingkan di website rwsentosa seharga 40 SGD bundling tiket ini sudah termasuk untuk 3 tempat wisata seperti Madame Tussauds, Images Of Singapore dan S.E.A Aquarium, sedangkan jika beli di web nya Madame Tussauds seharga 28 SGD bundling 2 tempat wisata yaitu Madame Tussauds dan Images Of Singapore. Jadi semua kembali kepada pribadi masing masing untuk memilih tiket bundling nya.

Setelah semua kebutuhan selesai dipersiapkan, sebelum kita melakukan perjalanan nantinya ada baiknya kita cek kembali atau membuat daftar cek list untuk memastikan bahwa barang barang yang nantinya dibutuhkan selama travelling tidak ada yang ketinggalam. Lakukan print out semua tiket yang sudah kita booking secara online tadi seperti bookingan hotel, Bus/Train dan tempat tempat wisata yang bakal di kunjungi. nah untuk tiket Airasia sebaiknya melakukan web cek in 1 hari sebelum tanggal keberangkatan.
Image by http://www.freemalaysiatoday.com/wp-content/uploads/2014/08/Singapore_malaysia_Flag_400.jpg
Mudah mudahan tulisan ini bisa membantu teman teman semua dalam mempersiapkan berbagai hal untuk backpacker an baik itu sendirian atau bersama beberapa teman lainnya. Jangan lupa untuk membaca kelanjutan tulisan saya dalam Backpacker an ber Solo Travelling #2. 

Ada Yang Pernah Coba Tidur di Taman Kota? Kuala Terengganu Malaysia

Hari sudah menunjukkan jam 21.00 waktu setempat, yaa setelah kami berkeliling kota terengganu dengan tumpangan gratis oleh Mr Ali, kami pun di drop di sekitaran Jetty atau pelabuhan kapal yang besok pagi akan mengangkut kami menuju Pulau Redang. Menurut saya pribadi dalam menjelajahi kuala terengganu ini tidak lah butuh waktu lama, tapi ada kesulitan selama kami berada di terengganu ini yaitu kendala dalam tersedianya transportasi umum di kota ini. Saya pun tidak mengerti kenapa pemerintah setempat tidak menyediakan fasilitas transportasi umum layaknya seperti di Kuala Lumpur untuk memudah masyarakat setempat dan para turis yang sedang berkunjung ke kota ini, Kuala Terengganu hanya tersedia Taxi dan Bus, Monorail, KTM, LRT bahkan Rapid Bus pun tidak tersedia disini. 
Suasana Malam di Taman Kota, Kuala Terengganu
Mengingat kami sudah larut malam untuk mencari Hostel atau Dorm, kami pun memutuskan untuk mencari tempat berteduh menginap semalam di sini, karena besok pagi kami sudah harus berangkat menuju Redang Island dengan menggunakan Ferry Boat. Sebenarnya kami sudah mendapatkan tempat di pojokan ruangan di area sebuah mesjid, karena melihat kondisi nya kurang memungkinkan dan sedikit spooky, kamipun melanjutkan untuk melihat lihat di area luar mesjid mudah mudah dapat tempat yang bisa untuk menampung kami hanya untuk semalam.Tidak jauh dari area mesjid kami bejalan menuju ke taman kota, ya taman yang sudah sepi tidak berpengunjung karena jam sudah menunjukkan tengah malam yang ada hanya beberapa orang yang lagi beristirahat tidur tiduran di sebuah pondok dengan kursi kayu yang membentang panjang. Tanpa berfikir dua kali akan resiko dan lain lain kami pun memutuskan untuk ikut dalam "menikmati" dingin nya bermalam di sebuah taman kota yang jelas jelas belum pernah kami lakukan selama ber backpacker an ke luar negeri.
Selamat Tidur, Taman Kota Kuala Terengganu
Ini adalah pengalaman pertama saya pribadi mencoba untuk beristirahat di tengah taman kota, walaupun tidak senyaman dan tentram kalau kita menginap di sebuah hostel, tapi menurut saya itu adalah sebuah tantangan baru bagi seorang backpacker. "Mencoba Hal Baru" hahaha, malam ini kota terengganu di guyur hujan walaupun tidak lebat dan lama tapi udara di taman kota sudah mulai dingin, saya pun mengeluarkan tool kit travelling pribadi ya lumayan lah untuk mengusir dingin dengan sebuah selimut kecil dan bantal leher untuk menopang kepala saya dalam beristirahat sejenak. Suasana malam di sini memang tidak terlalu sepi karena taman ini tepat berada di pinggir jalan utama kota dan masih banyak kendaraan berlalu lalang di malam hari, bagaimanapun kami tetap waspada dengan barang barang bawaan kami, yaaaa salah satu caranya dengan mengingakt tali tas ke tangan kita dan menjadi tas sebagai alas kepala.
Morning Sunshine, Taman Kota Kuala Terengganu
Suasana pagi di taman kota memang masih sepi, yaaa masih menunjukkan jam 07.00 kurang waktu setempat. Saya pun menuju ke kran air yang tersedia di sekitaran taman untuk sekedar bersih bersih muka dan gosok gigi, yaaaa lumayan lah segar di pagi hari walaupun tidak bisa mandi bersihin badan. Setelah selesai beresin barang barang dan tas, kami pun melanjutkan berjalan menuju pasar yang tidak jauh dari taman kota dan pelabuhan tempat kami bakalan melanjutkan perjalanan nanti, Sambil melihat lihat ke dalam pasar tradisional dan bermaksud untuk berkuliner makanan makanan kas terengganu, sambil menunggu jam 10.00 ferry boat nya datang. Di dalam pasar banyak kami jumpai makanan atau berupa cemilan cemilan yang menurut saya tidak pernah di jumpai di Pekanbaru, dengan harga terjangkau dan lumayanan enak. Setelah puas berkeliling dalam pasar tradisional terengganu kami pun memutuskan untuk balik ke pelabuhan dan melapor ke bagian tiket ferry boat nya. Hari ini lumayan ramai para pengunjung untuk berwisata ke pulau redang baik itu penduduk lokal maupun turis asing termasuk kami berdua.
Menikmati Kuliner di Pasar Tradisional,Kuala Terengganu
Baca juga "Menikmati Indahnya Pulau Redang"


Mencoba Menjelajahi Kuala Terengganu Malaysia

hii reader, mau sharing  cerita backpackeran saya waktu mengunjungi Redang Island di Negeri Kuala Terengganu Malaysia sekitar Oktober 2014, kali ini trip saya bukan bertemakan city tour tapi lebih ke menikmati keindahan alam bawah laut, tidak seperti cerita perjalanan saya sebelumnya yang lebih banyak city sightseeing adalah lebih menikmati keindahan atau landmark sebuah kota atau negara tujuan kita saat travelling.

Tujuan saya saat ini adalah ke sebuah pulau yang berada di negara malaysia di Kuala terengganu lebih tepatnya sebuah pulau yang lebih di kenal dengan "Redang Island" lama perjalanan dengan bus sekitar 5 Jam dari terminal Puduraya, pulau ini yang katanya memiliki keindahan alam bawah laut dan menyimpan banyak jenis jenis ikan dan bisa dikatakan terumbu karang raja ampat nya Indonesia. Ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri dengan tujuan ke sebuah pulau, dan untuk pertama kali nya menginjakkan kaki di salah satu negeri bagian dari negara Malaysia ini.

Sebelum bercerita panjang lebar mengenai trip ini, tentunya saya akan menginfokan budget untuk tiket pesawatnya, seperti biasa seorang backpacker tidak akan bisa lepas dengan maskapai berjudul "Low Budget atau Low Cost" sebut saja salah satunya adalah maskapai yang di gawangi Tony Fernandes dengan slogan "Now Everyone Can Fly" yapppp itu dia Airasia. Airasia merupakan maskapai pilihan yang tepat bagi saya pribadi, mengingat dari kota tempat saya tinggal hanya Airasia yang selalu mengantarkan saya untuk bisa backpackeran ke luar negeri dari tahun 2012, Airasia telah merubah hidup saya secara pribadi dalam dunia travelling.
KLIA2
15 Oktober 2014 perjalanan saya dari kota Pekanbaru menuju Kuala Lumpur tepatnya di KLIA2 dengan harga tiket 464.000 IDR untuk 2 orang return ticket. Dan ini untuk kedua kali mendarat di bandara baru KLIA2 yang lebih megah bila di bandingkan dengan LCCT terdahulu. Pada hari yang sama saya langsung connect ke next flight dari KLIA2 menuju Kuala Terengganu masih bersama si burung besi merah dengan harga tiket 142 MYR untuk 2 orang return ticket.
Bandara Sultan Mahmud (TGG)
Jam 16.50 waktu setempat "perfect landing" di bandara Sultan Mahmud Terengganu, begitulah angka yang tertera dalam tiket saya dari Kuala Lumpur menuju Terengganu, sebuah bandara yang bisa dikatakan tidak terlalu besar dan megah dengan tatanan yang rapi di setiap sudut bandaranya, perjalanan sudah saya rencanakan yaitu kami berjalan kaki menuju kota terengganu. Tapi memang saya agak merasa aneh ketika keluar dari bandara ini karena tidak nampak satu pun kendaraan umum yang hilir mudik di depan bandara. Ternyata setelah dapat info di terengganu memang minim dengan transportasi umum bila dibandingkan dengan Kuala Lumpur, di sini hanya beroperasi Taxi dan Bus yang amat sedikit beroperasional dan kita harus menunggu lama untuk menumpangi sebuah Bus menuju kota.

Karena rencana awal saya tadi berdua teman menuju kota dengan berjalan kaki sambil menyusuri garis pantai dan melewati perkampungan penduduk dengan tujuan sambil melihat lihat, tidak terasa perjalanan dengan kaki kami yang boleh di katakan cukup tangguh sanggup berjalan lebih kurang selama 2 jam. Tidak terasa sudah mau masuk waktu magrib, saya pun mengalihkan perjalanan yang tadinya di tepi pantai langsung kemabli menuju ke jalan utama, setelah melihat map dan masih sangat jauh untuk di tempuh kami pun berinisiatif untuk menumpang kendaraan apa saja yang lewat menuju kota.
Go Go With "Jalan Kaki"
"Hitchhiker" atau biasa dikenal oleh seorang traveller dengan "Acungan Jempol" adalah salah satu cara kami untuk cari tumpangan gratis menuju kota, memang awalnya agak sedikit ragu apakah kami berhasil dengan cara ini, mengingat cara ini mungkin lebih sering di gunakan di negara negara western sana bila di bandingkan di sini. Tapi apa salahnya kita coba, toh beneran berhasil walaupun memang agak sedikit lama, Sebuah mobil mini yang menurut saya sama besarnya dengan mobil nya Mr Bean, hehehe.

Mr Ali, ya namanya Ali asal dari timur tengah tepatnya Iran, orangnya memang helpfull banget. selama perjalanan menuju kota dia nawarin mau dianterin kemana dulu sebelum di drop keperhentian terakhir kami. hahaha saya banyak dapat informasi tentang terengganu mulai dari sulitnya transportasi umumnya yang jarang jarang banget nongol di jalan raya dll. Setelah keliling keliling saya di drop di area jetty atau di sebut dengan pelabuhan kapal, karena besok paginya saya dan teman mau menyebrang ke Pulau Redang. Sebelum pergi tidak lupa saya meminta kontak dia supaya tetap bisa berkomunikasi dan tetap bersilahturahmi tentunya.

Sangat bersyukur dapat tumpangan gratis menuju kota dengan modal jempol, disini lah backpacker style kami bermula, dari mulai cari tumpangan sampai ke penginapan. Hotel, Hostel, Dorm Room tidak terlintas dipikiran saya malam itu yang terpikirkan hanya mesjid, ya mencari mesjid untuk numpang berteduh dan istirahat semalam saja, akhirnya kami mendapatkan pojokan sebuah bangunan yang masih dikatakan berada dalam satu lingkungan mesjid. Memang pojokan gedung ini adalah tempat menyimpan kursi kursi dan meja yang sudah di "Gudang" kan, Sempat bertukar pikiran sama teman saya "Apakah yakin kita bakalan tidur sini atau nyari Hostel?" tapi dengan alasan mencoba nge backpacker tadi kami pun tetap pada pendirian tadi, malam ini kita "Ngegembel" di negara orang.

Berlanjut dengan "Mencoba Bergembel Ria"

Musyawarah Daerah I DPD PORMIKI Riau Tahun 2015

Pormiki adalah Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang merupakan sebuah wadah bagi seorang perekam medis dan praktisi rekam medis untuk berbagi ilmu sesama profesi, menaungi perekam medis secara nasional dan tentunya dibentuk Dewan Pimpinan Daerah yang sudah tersebar di berbagai propinsi di Indonesia, salah satunya Dewan Pimpinan Daerah Propinsi Riau atau di sebut DPD Pormiki Riau.

DPD Pormiki Riau terbentuk dan di resmikan pada tanggal  21 April 2012 dengan masa kepengurusan sampai tahun 2015,  adapun pelantikan kepengurusan di laksanakan di Rumah Sakit Eka Hospital pada tanggal 21 April 2012 bersamaan dengan penyelenggaraan seminar sehari. Peresmian pelantikan kepengurusan periode pertama langsung di lantik oleh ketua umum Pormiki yaitu ibu Elise Garmelia. 

Adapun ketua terpilih untuk periode pertama kepengurusan DPD Pormiki Riau adalah bapak Tarmizi AMd PK,SKM dari Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru dan di bantu dengan anggota anggota kepengurusan lainnya dalam menjalankan amanah dan memajukan DPD Pormiki Riau ini, Selama periode pertama DPD Pormiki Riau telah melaksanakan beberapa kali seminar dan pelatihan untuk di daaerah Riau yang di ikuti oleh perekam medis dari berbagai Rumah Sakit yang berada di Riau, Sumatera Barat, Lampung dan kabupaten/kota yang berada di Propinsi Riau.

Event yang telah di laksanakan dan diikuti seperti pelaksanaan seminar sehari yang di laksanakan pada tanggal 21 april 2012 bertempat di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, Rakernas pada November 2013 yang di laksanakan oleh DPP Pormiki di Hotel Twin Plaza Jakarta, Seminar sehari yang di laksanakan oleh ikatan mahasiswa Pikes bekerjasama dengan DPD Pormiki Riau pada tahun 2013 di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Kongres pertama yang diikuti oleh DPD Pormiki Riau bukan februari 2015 di Makasar dan terakhir yaitu pelatihan rekam medis yang baru saja selesai dilaksanakan di Pekanbaru pada tanggal 17 sd 21 April 2015 di Hotel Zaira Pekanbaru.

Pelatihan saat ini di selenggarakan bersamaan dengan Musda I oleh DPD Pormiki Riau untuk pemilihan kepengurusan periode ke II tahun 2015 - 2018, dengan ketua terpilih adalah Ibu Asmerinawati AMd PK dari RSUD Arifin Achmad pekanbaru, beserta Wakil Ketua Bapak Zulhenry AMd PK,SKM dari Puskesmas Siak Hulu II Kab Kampar. Semoga dengan terbentuknya kepengurusan baru DPD Pormiki Riau bisa mengemban semua tanggung jawab dalam memajukan organisasi profesi perekam medis ini.
Kepengurusan Periode II DPD Pormiki Riau 2015-2018
Untuk Informasi bisa join di grup facebook DPD Pormiki Riau.