Mengenal Budaya Betawi Di Perkampungan Betawi Setu Babakan - Enry Mazni

Latest

Travelling Stories and Medical Record

22 Nov 2016

Mengenal Budaya Betawi Di Perkampungan Betawi Setu Babakan

EnryMazniDotComWeekend lagi guys, hehehe sepertinya setiap hari minggu saya harus meninggalkan rumah deh. Di hari minggu ini, seperti biasa masih bersama travelmate saya Firman Abdul menghabiskan waktu libur di dalam kota Jakarta. Nah, kegiatan minggu paginya kami isi dengan kegiatan CFD (Car Free Day), setelah itu, baru melanjutkan ke tempat lainnya. Sepertinya ini menjadi rutinitas kami di setiap minggu, yahhh kalau memang tidak bisa setiap minggu paling sedikit dalam 4 kali minggu, kami bisa 2 atau 3 kali melakukan jalan jalan di Ibu kota ini. Hitung hitung mencari hiburan, karena di weekday menghabiskan waktu dengan rutinitas masing masing.

Ok, tujuan kami minggu ini adalah ke perkampungan betawi, atau lebih dikenal dengan perkampungan budaya betawi setu babakan. Untuk menuju kesini, kami menggunakan KRL (kereta rel Listrik) dari stasiun Sudirman arah ke Bogor, dan berhenti di stasiun Lenteng Agung. Sampai di stasiun Lenteng Agung, kami mengambil arah keluar sebelah kanan sampai dijalan utama, selanjutnya, untuk lebih cepat dan bebas macet sampai di perkampungan budaya betawai setu babakan, kami menggunakan jasa ojek online, selain mudah dan cepat, ongkosnya juga murah kok, dibanding menggunakan ojek konvensional. Dan kalau menggunakan angkutan kota *ehh ada apa tidak seh angkot tujuan setu babakan*, silahkan riset lebih lanjut.

Perkampungan budaya betawi setu babakan terletak di daerah srengseng sawahan, ini merupakan sebuah area yang disetting mirip dengan sebuah perkampungan orang orang betawi. Ya, ini adalah perkampungan budaya betawi yang dikhususkan untuk berbagai macam pergelaran ragam budaya betawi tentunya. Beruntung sekali rasanya bisa berkunjung pada saat ini, kebetulan disini lagi ada pagelaran kebudayaan masyarakat betawi dengan berbagai macam acara didalamnya.
Perkampungan Budaya Betawi
Perkampungan Budaya Betawi
Pergelaran budaya betawi yang berlangsung di unit pengelolaan kawasan perkampungan budaya betawi, diisi dengan budaya khas betawi seperti Lambang Kromong, Lenong Betawi, Marawis, Palang Pintu, Tarian Betawi, Ondel Ondel, Samrah, Rebana Biang serta tidak ketinggalan Kuliner Betawi. Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 sd 14.00 WIB ini juga di meriahkan artis senior dan seniman betawi asli Burhan dan H Bolot. Siapa seh yang tidak kenal dengan artis senior H Bolot yang sudah aral melintang di dunia seni sudah puluhan tahun, saya mengenal sosok beliau di dunia artis waktu masih SD dulu, dan sampai sekarang beliau masih eksis di dunia seni, dan seolah olah beliau merupakan gambar budaya betawi. Sehat selalu ya pak H Bolot.


Saat saya sampai di lokasi, sedang berlangsung pergelaran lenong betawi, tanpa basa basi saya pun langsung mencari posisi tempat duduk paling depan, lenong betawi yang berlangsung di gedung baru Amphi Teater ini, sangat ramai dan meriah, terlihat para penonton yang sudah memenuhi setiap sudut balkon tempat duduk. Selain itu, kepala dinas pariwisata dan pejabat negara menempati kursi VIP saat pergelaran lenong berlangsung. Banyak pesan sosial dan moral yang disampaikan dalam pergelaran lenong betawi.

Sayang sekali, saya hanya bisa menyaksikan pergelaran lenong hanya sebentar, dikarenakan waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.00 siang dan acara harus berhenti sebentar untuk ISOMA, dan dimulai lagi pada pukul 13.00 siangnya. Tapi, jelang waktu istirahat, saya langsung menuju booth kuliner khas betawi. Nah, ini moment yang paling saya sukai. Pokoknya kalau sudah berhubungan dengan 'dunia' makanan sangat sayang sekali untuk dilewatkan, dan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mencicipi dan mengenal berbagai khas makanan betawi di kampung budaya betawi setu babakan ini.
Para Pejalan - Enry, Firman - Kampung Betawi
Para Pejalan - Enry, Firman - Kampung Betawi
Saat memasuki tenda pertama kali, sudah terlihat jejeran booth yang menggelar berbagai macam jenis makanan khas betawi, ada laksa betawi, ada beer pletok, ada roti buaya mini, ada es selendang mayang, dan yang sudah fenomenal adalah kerak telor. Untuk makan siang kali ini saya mencoba laksa betawi yang isinya ada toge, lontong, mie putih, oncom dan lain lain, rasanyaaaaaa mmmmm yummmy. Satu porsi laksa betawi seharga Rp 15.000, harga yang terjangkau untuk seporsi laksa betawi pada event ini.

Beer Pletok, saya tidak mencicipinya, pada dasarnya saya kurang suka dengan minuman berbahan dasar rempah. Untuk mengetahui bagaimana rasanya, mungkin travelmate saya Firman Abdul bisa menjelaskan lebih detail, hehehe dan menurut dia seperti wedang jahe. Selanjutnya, saya ikutan antrian untuk mencoba es selendang mayang, tapi sayang, karena ramainya para peminat, sehingga mpok yang jualnya sedikit repot melayaninya, ditambah lagi sikap ibu ibu yang antri pada tidak sabar, dan ingin dapat duluan. Pada akhirnya saya menyerah dan kalah saing dengan ibu ibu lainnya sehingga tidak kebagian lagi.

Beraneka budaya betawi yang saya jumpai dalam pagelaran ini. Dalam kawasan perkampungan budaya betawi, terdapat beberapa rumah rumah panggung khas orang betawi, selain itu juga terdapat beberapa gazebo disediakan oleh pihak pengelola. Fasilitas lainnya juga tersedia toilet dan mushola bagi para pengunjung, dan tak lupa juga tempat sampah di setiap sudut perkampungan betawi ini. Acara yang digelar secara gratis ini pun harus saya sudahi, karena saya akan melanjutkan ke lokasi diluar area perkampungan yang juga bagus untuk lokasi wisata keluarga. Ada sebuah danau yang lumayan luas dan cukup teduh untuk bersantai sambil menikmati pemandangan danau.


Danau yang bersebelahan dengan lokasi perkampungan betawi ini, memang dijadikan lokasi untuk bersantai sambil menikmati danau. Banyak warung warung kecil sepanjang kiri kanan jalan pinggiran danau, warung makan, souvenir khas betawi,bahkan kita bisa menyaksikan "live cooking" pembuatan dodol betawi loh. Selain danau, juga ada rumah adat betawi untuk dikunjungi. Kebetulan sekali waktu saya ke sana , anak anak lagi latihan tarian betawi dipelataran tidak jauh dari rumah adat betawi. Jadi, selain kawasan perkampungan budaya betawi, kita juga bisa berkunjung ke danau dan rumah adat betawi.

Nah, bagi warga Jakarta dan para wisatawan jangan lupa untuk memasukkan perkampungan budaya betawi ini kedalam daftar kunjungan kamu. Sangat cocok bagi travelers yang suka akan wisata budaya.


Tonton Juga Videonya



'Keep Traveling Keep Writing'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Blog Enry Mazni
Jangan lupa Like dan Subscribe EnryMazniDotCom Fan Page dan Youtube Channels at BCC TRAVELLERS