Search Now

Memuat...

Traveling Hemat, Low Budget (Bagian Dua)

14.34 EnryMazniDotCom 2 Comments

EnryMazniDotCom - Cerita berlanjut, masih seputaran traveling hemat low budget ke Singapore dan Johor Bahru. Perjalanan beberapa hari setelah idul fitri ini, akhirnya membuat keinginan saya terwujud untuk mengunjungi Legoland, karena solo trip sebelumnya pada mei 2015 tidak kesampaian untuk mengunjungi taman bermain yang sangat famous ini. Kunjungan saya dan teman saya ke Legoland tidak lama, kami tidak perlu menginap di Johor Bahru. Namanya juga get lost trip to Johor Bahru jadi tidak ada itinerary khusus selama perjalanan singkat ini, setelah mengunjungi Legoland ( kami hanya berkeliling di area luar saja ), kami pun melanjutkan perjalana kembali ke Singapore di sore harinya, dan berencana untuk bermalam di Singapore karena besok pagi nya mau berkeliling ke beberapa area di Singapore. Untuk akses langsung menuju Singapore dari Legoland ada bus Causeway Link menuju Jurong East Singapore, hanya butuh kesabaran sedikit untuk menunggu bus nya yang bakalan lewat di depan Mall Medini, Mall ini masih satu kawasan dengan area Legoland.
Perjalanan menggunakan bus dari Legoland menuju Jurong East Singapore tidak membutuhkan waktu panjang, tetapi yang membuat lama adalah saat proses imigrasi masuk Singapore, ini merupakan pengalaman saya yang kedua kalinya keluar masuk Singapore menuju Johor Bahru. Saran, hindari jam padat seperti di pagi hari dan sore hari, karena pada saat itu merupakan jam pergi kerja dan pulang. Untuk yang terakhir ini, menurut saya tidak terlalu padat bila dibandingkan dengan trip solo saya tahun lalu, antrian panjang keluar dan masuk Singaporenya luar biasaaaaaaaaaa.


www.enrymazni.com
Tugu 0 KM Johor Bahru
Selesai proses masuk imigrasi Singapore, kamu pun melanjutkan ke basement untuk naik bus ke Jurong East, perlu di ingat bahwa bus yang saya tumpangi setelah proses imgrasi Singapore bukanlah bus yang sama saat saya menaiki dari Legoland tadi, jadi sangat disarankan untuk tetap menyimpan tiket bus nya agar terhindar pembelian tiket baru lagi. Setelah proses imigrasi kita cukup mencari bus dengan coach yang sama, karena banyak sekali bus bus lain melayani rute ini, jadi karena dari awal saya menggunakan Cause Way Link dan selanjutnya saya juga menggunakan bus terusan coach yang sama yaitu Cause Way Link juga, walaupun itu bukan bus yang saya tumpangi dari awal.

Sesampai di Jurong East, kami langsung menuju ke MRT dengan tujuan selanjutnya adalah Bugis seharga 2.60 SGD, Jurong East adalah stasiun transit untuk jalur NSR (North South Line, Jalur Merah) dan EWL (East West Line, Jalur Hijau ). Jurong East dan Bugis merupakan satu jalur yaitu jalur EWL dan kita akan melewati 12 stasiun. Malam malam ke Bugis hanya ingin menghabiskan waktu sebelum istirahat dan sekalian mau mencari makan malam tapi gak tau kenapa, malam itu kok makan malamnya enggak kesampaian *hahaha*, niatnya setengah setengah seh, karena sebenarnya perut masih belum terlalu lapar dan faktor lainnya adalah masalah harga. Akhirnya kami memutuskan hanya berkeliling keliling jalan jalan malam saja, sempat singgah di Mesjid Sultan untuk sejenak menunaikan shalat isya. Mesjidnya wah banget menurut saya, dengan interior yang sederhana tapi tetap terlihat megah. Get lost pada malam ini pun kami akhiri sambil mencari hostel murah sepanjang jalan, sempat ketemu beberapa dan walk in untuk menanyakan tarifnya. Sedikit kaget seh, untuk hostel dormitory room per malamnya 23 SGD / orang, sebenarnya rencana menginap di hostel adalah plan B karena plan A kami tetap mencari penginapan gratis saja, wong cuma stay satu malam. Plan A nya adalah tidur nge gembel di Changi Airport, yang katanya nyaman buat para backpacker seperti kami ini.
www.enrymazni.com
My Travelmate Firman Efendi

Changi Airport

MRT dari Bugis Street ke Changi Airport seharga 2.20 SGD, untuk rute MRT nya tetap satu jalur EWL (East West Line) arah Pasir Ris kemudian transit di stasiun Tanah Merah baru lanjut ke Changi Airport. Kalau mau jujur seh, ini kaki sudah gak tahan mau jalan keliling Changi Airportnya, tapi rugi kan kalau sudah di sini tidak mau meng explore bandara megahnya yang full dengan fasilitas, berbekal informasi dari 'Information Interactive Board' yang ada di setiap terminal, kami mencoba untuk mencari tahu lokasi tempat untuk beristirahat yang katanya gratis dan nyamana serta mencari lokasi free wifi nya. Setelah klik sana klik sini ternyata semua fasilitas tadi berada di departure area di setiap terminal, untuk public area tempat kami beridiri saat ini sepertinya tidak ada fasilitas itu, akhirnya kami turun ke Arrival Area lantai bawah, ya sekedar mellihat lihat sambil nyari tempat untuk ngemper. Di Arrival area terdapat free wifi dan kami pun segera ambil posisi untuk duduk dan istirahat sejenak sambil internetan, ternyata untuk urusan perut belum selesai sampai di Bugis tadi, karena sudah mendapatkan koneksi internet, saya pernah membaca di beberapa blog kalau di Changi Airport ada tempat makan dengan harga terjangkau bila dibandingkan harus makan di resto resto dalam bandara. Yap, namanya kantin karyawan, walaupun judulnya kantin karyawan, tetapi mereka juga tetap melayani untuk umum, tapi dengan tarif yang berbeda pastinya dan tidak semahal harga di resto tadi. Setelah browsing, ternyata kantinnya hanya buka sampai jam 20.00 saja, akhirnya malam ini keputusannya tidak ada makan malam. Untungnya saya membawa bekal beberapa roti yang sudah di siapkan saat di Batam, saran lagi neh, bawalah roti atau makanan selama melakukan trip, kan lumayan bisa membantu disaat situasi seperti ini.

Situasi Changi Airport malam itu tidak terlalu ramai, kami pun masih duduk sambil menikmati wifi gratis sebelum memutuskan untuk kembali ke lantai dua bandara. Sebelum beranjak ke tempat ngemper di lantai dua, saya mengisi ulang botol minum yang sudah hampir habis, kebetulan tempat isi ulang air gratis tepat berada di tidak jauh di depan kami, tepatnya di depan toilet. Sebagai informasi, tempat minum gratis tersedia di bagian luar toilet setiap lantai bandara ini, so lumayan kan bisa menghemat uang daripada harus membeli air mineral. Setiap melakukan traveling saya memang selalu membawa botol minum yang agak besaran dikit, karena dengan membawa botol minum kita bisa menghemat pengeluaran uang untuk minum.
www.enrymazni.com
Tidur Gratis di Changi Airport
Karena sudah hampir larut, kami pun pergi untuk beristirahat ke lantai dua, area yang kami tempati untuk tidur dekat dengan foodcourt, karena foodcourtnya sudah pada tutup semua jadi suasana tempat kami tidur sangat sepi tidak ada orang berlalu lalang, hanya saat kami sampai ke lokasi sudah ada 1 orang yang sudah tidur duluan dengan bermodalkan koran dia terlihat pulas menikmati istirahatnya di atas lantai keramik berdindingkan pagar kaca, pagar yang berfungsi sebagai pembatas area aman antara lantai dua ke lantai satu. Tidak perlu berlama lama lagi, kami pun menempati posisi tidak jauh dari orang tadi dan memulai untuk merebahkan badan ke lantai keramik tanpa beralaskan koran, saat rebahan di lantai lepaslah sudah semua pegal pegal badan dan kaki setelah seharian berkeliling menjelajah ke beberapa tempat. Semoga istirahat di tempat yang 'ajaib' ini bisa membuat kami menjadi lebih fresh untuk perjalanan besok harinya.

Morning.....

Pagi ini yang segar, kenapa segar? habis mau bilang pagi yang cerah, matahari pagi ini tidak kelihatan dari dalam bandara, ya penggantinya pagi yang segar saja *Maksabanget*. Not much to do in this morning, paling hanya bersih bersih ke toilet kemudian lanjut ke MRT menuju Little India. MRT ke Little India seharga 2.50 SGD, jalur MRT Little India berada berada pada NEL warna ungu (North East Line) dan DT warna biru (Downtown Line), untuk mencapai ke Little India dari Changi Airport EWL warna hijau (East West Line) kita harus transit pertama di stasiun Tanah Merah kemudian ambil jalur hijau EWL tujuan Tuas Link turun di stasiun Bugis, kemudia lanjut ke jalur Biru DT (Downtown Line) arah Bukit Panjang di Little India. Untuk transportasi di Singapore kita tidak perlu khawatir, semua akses ke penjuru Singapore tersedia dari mulai Bus sampai dengan MRT. Pagi di Little India tidak banyak tempat yang kami kunjungi, hanya berkeliling seputaran Mustafa Center dan disini juga terdapat beberapa toko toko yang menjual souvenir souvenir Singapore, untuk harga saya juga tidak tahu pasti seh, apakah lebih murah di sini atau di China Town, karena pengalaman saya sebelumnya kalau mencari souvenir pasti ke China Town dan Orchard Rd. Mustafa Center ini seperti layaknya mall yang terdiri dari beberapa lantai dan menjual barang barang kebutuhan harian, ya lebih kurang seperti Hype*Mart dan Carref*ur. Mustafa Center juga menyediakan berbagai macam souvenir souvenir menarik, jadi kalau lagi ke Mustafa Center sekalian aja belanja oleh oleh nya disini.
www.enrymazni.com
MRT Stasiun : Diperankan Oleh Model
Santapan kami pagi ini sepiring Roti Cane (Prata) seharga 2 SGD, teh tarek panas 1.10 SGD, sepiring nasi dan sepotong ayam seharga 7 SGD total sarapan pagi ini 10.10 SGD *Mahal Ya Woyyyy*, jadi seharian di Singapore kami mencoba sedikit berhemat untuk berbelanja *Traveling Hemat*, mengingat SGD ke IDR cukup fantastis kurs nya. Tapi jangan terlalu pelit ya kalau lagi nge trip, kan lucu aja nanti lagi nge trip tapi tidak bisa enjoy karena menahan lapar dan haus, kan kita butuh asupan makanan dan energi supaya tidak sakit dan lain lain. Selesai dari Mustafa Center kami pun melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Garden By The Bay, sebuah taman yang ciamik persembahan Singapore kepada warga dan wisatawannya, taman alami seluas 101 hektar ini terletak di pusat Singapore. Untuk akses menuju ke sini dari MRT Farrer Park ke Bayfront seharga 1.80 SGD, dari NE line warna ungu (North East Line) arah Harbour Front transit di stasiun Dhoby Ghaut, kemudian pindah jalur Circle Line warna kuning arah harbour Front turun di stasiun Promenade, masih di jalur yang sama naik MRT ke arah Marina Bay kemudian turun di stasiun Bayfront, Bayfront adalah stasiun MRT terdekat menuju Garden By The Bay. Jadi, selama berkeliling di Singapore jangan lupa sediakan MRT Maps atau cukup poto in saja rute maps MRT di stasiun terdekat, karena akan sangat membantu kita untuk mengexplore Singapore by MRT.
www.enrymazni.com
Sarapan : Roti Cane
www.enrymazni.com
Nasi Ayam

Garden By The Bay

Garden By The Bay, merupakan taman yang terletak di pusat Singapore ini menyajikan pemandangan dan kesejukan bagi para pengunjungnya, bagaimana tidak, lebih dari 1 juta jenis tanaman terdapat disini. Dengan disain yang menarik sehingga membuat decak kagum para wisatawan yang berkunjung, bisa di lihat dari ramainya para pengunjung datang silih berganti dari berbagai negara. Mmmmm Singapore mempunyai daya tarik sendiri untuk para wisatawannya walaupun negara ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan Indonesia yang penuh pesona alam yang natural. Berbagai fasilitas yang disedikan disini, salah satunya adalah mobil autopilot yang bisa membawa kita untuk berkeliling keliling Garden By The Bay ini. Mobil autopilot ini tidak gratis, kita bisa mendapatkan tiketnya dengan membayar sejumlah uang untuk bisa menggunakannya berkeliling keliling , alternatif lain taman ini juga bisa kita jelajahi sambil berjalan kaki seperti yang kami lakukan. Sambil jalan santai menikmati setiap tanaman yang kami lewati sesekali mengabadikan moment di spot spot sudut taman yang ciamik ini. Lokasi yang berdekatan juga dengan Marina Bay Sands ini hanya berjarak 2 menit berjalan kaki, area Marina Bay juga mempunyai beberapa spot untuk di kunjungi, seperti Marina Bay Sands, Merlion, Esplanade Theatre, ArtScience Museum, The Helix Bridge dan Garden Bay The Bay yang semuanya masih dalam satu kawasan Marina Bay area, jadi satu kunjungan bisa dapat beberapa spot wisata atau lebih kerennya 'sekali dayung 2 3 pulau terlampaui'. Untuk akse ke Marina Bay kita bisa menggunakan MRT tujuan stasiun Marina Bay atau Bayfront.
www.enrymazni.com
Garden By The Bay
Perjalanan singkat pun segera kami akhiri, Marina Bay menjadi tujuan terakhir trip kami kali ini. Dari stasiun MRT Marina Bay kami melanjutkan ke Harbour Bay, stasiun akhir untuk akses ke pelabuhan ferry. Ongkos MRT dari Marina Bay ke Harbour Front 1.60 SGD, sesampai di Harbour Front kami lanjut ke Foodcourt untuk urusan perut. Ya karena sudah mau pulang dan melihat sisa SGD masih banyak, jadi kami memutuskan untuk makan siang di Kopitiam yang berada di Basement gedung Vivo City. Makannya tidak usah mahal mahal cukup pesan makanan paket saja yang paling murah disini, area foodcourtnya cukup luas, setelah melihat lihat setiap booth makanan akhirnya kami pesan Nasi Wings Set 3.50 SGD dan Mie Goreng 3.50 SGD. 2 makanan ini kami bagi 2 supaya masing masing bisa makan nasi yang hanya seporsi tadi, untuk minuman sengaja tidak kami pesan, karena stok air minuman isi ulang yang kami bawa masih banyak. Salah satu cara penghematan lagi kan, coba aja tidak bawa botol minum dan isi ulang, mana tahan harus beli beli air mineral dalam hitungan SGD *HematPelit* *TapiTidakSengsara*.

Reschedule Jadwal Ferry

Ini ne sebenarnya yang bikin galau, untuk tiket ferry sebenarnya kami sudah cek in duluan saat pertama sampai di Singapore, kami sengaja untuk cek in tiket pulang ke Batam untuk last ferry sekitar jam 21.50, tapi kenyataannya saat ini masih jam 15.00 an, info dari teman seh katanya kita bisa reschedule jadwal yang sudah kita cek in sebelumnya, tapi harus bayar denda 10 SGD per tiket. Tapi untuk memastikan kembali apakah benar harus bayar denda segitu?, akhirnya kami datang ke konter Sindo Ferry di lantai 3 Harbour Front untuk mendapatkan info lebih pasti. Ternyata info nya tidak harus bayar denda sebesar 10 SGD, tapi cukup 3SGD per tiket, tanpa pikir panjang kami pun langsung mereschedule jadwal pulang ke Batam ke jam 16.10, ini adalah jam keberangkatan berikutnya ferry menuju Batam. Urusan reschedule beres, kami bergegas menuju gate keberangkatan yang ternyata antriannya panjang sekali tapi cukup cepat kok antriannya, istilah jalan rayanya 'Padat Lancar'. Saat antrian, ada sedikit rasa khawatir, karena melihat antrian panjang dan proses imigrasi takutnya agak alam, bisa bisa kami ketinggalan ferry nya. Ketika satu persatu para pengantri maju selangkah demi selangkah, saya sempat menanyakan ke petugas imigrasi yang berdiri di samping pengantri lainnya. Saya menanyakan apakah saya masih sempat untuk berangkat jam 16.10 mengingat waktu keberangkatan ferry sudah dekat, alhamdulillah dapat jawaban yang melegakan hati, karena kata petugasnya ferry yang segera berangkat tetap akan menunggu penumpangnya, dikarenakan saat nama kami sudah terdapat dalam list penumpang ferry Sindo saat kami cek in dan memasuki gate pertama sebelum imigrasi. Pada proses gate pertama ini boarding pass sudah di scan dan menandakan calon penumpang sudah masuk di area imigrasi. Dan akhirnya kami bisa pulang ke Batam sesuai dengan jadwal yang diharapkan.

Idul fitril trip pun berakhir, dan kami sudah berada di dalam ferry menuju kota Batam. berikut saya infokan detail biaya perjalanan hemat low budget kami, Semoga apa yang saya share dalam artikel ini bermanfaat bagi teman teman semunya.

Biaya pengeluaran hari ini :
1. MRT Jurong East ke Bugis 2.60 SGD
2. MRT Bugis ke Changi Airport 2.20 SGD
3. MRT Changi Airport ke Little India 2.50 SGD
4. Sarapan di C.M.K Restauran Mustafa area
- Roti Cane / Prata 2 SGD
-Teh Tarek Panas 1.10 SGD
- Makan Nasi Ayam 7 SGD
5. MRT Farrer Park ke Bayfront 1.80 SGD
6. MRT Marina Bay ke Harbour Front 1.60 SGD
7. Makan di Kopitiam Vivo City
- Nasi Wings Set 3.50 SGD
- Mie Goreng 3.50 SGD
8. Denda Reschedule Ferry Pulang 3 SGD

Total Biaya keseluruhannya : (Ini share cost trip, jadi semua pengeluaran di totalkan kemudian di bagi 2)
- Tiket Ferry 500.000 IDR, PP / 2 orang
- 44 SGD / 2 orang (Kurs 9800) = 431.200
- 22 MYR / orang (Kurs 3300) = 72.600
Total = 1.003.800 IDR untuk perjalanan 2 hari satu malam ke Singapore dan Johor Bahru. Berarti biaya per orang nya adalah 501.900 IDR.

'Keep Traveling Keep Writing'

BACA JUGA :

2 komentar :

  1. OMG... 500rb-an per orang... murmer bingitz

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mba nunu, tapi ya harus backpacker banget, nekan bugdet hahaha, tapi seru kok

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Blog Enry Mazni