Search Now

Memuat...

Wisata Yogyakarta : Kraton, Candi Prambanan, Taman Sari

20.22 EnryMazniDotCom 0 Comments

EnryMazniDotCom- Hari kedua di Yogyakarta, pagi ini cuaca sangat cerah untuk memulai aktifitas jalan jalan saya hari ini. Dan tiba tiba terdengar suara Tok tok, pintu kamar ada yang ngetok, pas di buka ternyata pihak hotel yang datang mengantarkan sarapan untuk kami, begitu juga para tamu tamu hotel lainnya, pagi ini menu sarapan yang disediakan hotel adalah nasi goreng yang di kemas dalam kotak berikut satu buah air mineral didalamnya. Selesai sarapan, kami pun bersiap siap untuk perjalanan hari ini, rencana hari ini hanya city tour saja, tapi kalau masih ada waktu menjelang sore akan mengunjungi candi Prambanan. Sebenarnya banyak sekali tempat tempat wisata yang bisa dikunjungi, tetapi waktu tidak mencukupi untuk dikunjungi satu persatu. Seperti Affandi Museum, Batik Winotosastro, De Arca Museum, De Mata Trick Eye 3D Museum, Ijo Temple, Kota Gede, Plaosan Temple, dan masih banyak lagi, belum lagi area pantai kayak Pok Tunggal, Parangteritis, Timang dan masih banyak sekali. Mungkin di lain waktu saya akan kembali berkunjung ke Yogyakarta untuk mengunjungi beberapa tempat yang ketinggalan tadi.
Pagi ini, kami mengunjungi Water Castle, Sumur Gumuling, Mesjid Soko Tunggal Taman Sari, Museum Kereta Kraton dan Kraton nya. Semua lokasi yang kami kunjungi berdekatan, untuk tiket masuk ke area Taman Sari cukup membayar Rp 10.000/orang dan untuk parkir sepeda motor nya Rp 3000/ parkir. Dalam area Taman Sari kita akan melewati beberapa spot wisata dalam satu area, seperti Water Castle, Sumur Gumuling dan Mesjid Soko Tunggal Taman Sari. Water Castle merupakan julukan dari Taman Sari adalah bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, ya mungkin bisa katakan sama dengan kebun raya Bogor. Water Castle atau istana air ini terdiri dari beberapa bangunan dan area seperti kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, dan danau buatan berserta pulaunya serta lorong bawah air. Selain itu juga terdapat bekas mesjid yang dikenal dengan sumur gumuling, bangunan yang berlantai dua ini hanya bisa di akses melalui terowongan bawah air saja. Sebelum lanjut ke tempat selanjutnya, kami bersantai sejenak menikmati 4 buah ice cream walls *hah 4 cuiyyyy*, sambil makan ice cream kamipun sempat bercerita cerita sama ibu penjualnya. Banyak kisah prestasi ibu dapatkan selama menjual ice cream walls, mulai dapat bonus penjualan, di berangkatkan umroh dan beasiswa untuk kuliah anak, seru juga dengar cerita si ibu yang sudah 6 tahun menggeluti sebagai penjual keliling ice cream walls dengan menggunakan sepeda.
www.enrymazni.com
Kraton Yogyakarta
Walaupun hari ini panas terik, tetapi tidak membuat kami untuk malas bergerak ke tempat selanjutnya, karena pertama kalinya berkunjung ke Yogyakarta, jadi kesempatan ini tidak akan saya sia siakan berkeliling seputaran Yogyakarta. Tujuan selanjutnya adalah Kraton, Kraton atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi kesultanan Yogyakarta yang sampai saat ini masih bisa kita temui di jantung kota Yogyakarta. Bangunan kraton ini masih digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan untuk pelaksanaan upacara resmi kerajaan, Kraton Yogyakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak digandrungi para wisatawan saat berkunjung ke sini. Bagaiamana tidak, didalam komplek kraton masih banyak menyimpan barang barang milik kesultanan baik itu pemberian dari raja raja Eropa, Gamelan dan replika pusaka kraton. Dari segi bagunannya, kraton ini memiliki arsitektur istana jawa terbaik, lihat saja balairung - balairung mewah dan lapangan yang luas serta beberapa paviliunnya. Nah, saat kami tiba di area kraton dan memarkirkan motor hanya Rp 3000, saat itu kami di tawari untuk becak tour hanya Rp 10.000 saja ke 4 tujuan, seperti museum kereta, pusat penjualan bakpia, dagadu store dan terakhir adalah Kratonnya. Harga yang sangat murah sekali untuk berkeliling di area kraton, saya sempat menanyakan sama bapak becaknya, ini benar 10.000? harganya per orang atau per becak? jawab si bapak harganya memang segitu, karena bejak motor yang digunakan para pembecak termasuk dalam koperasi kraton, isitlahnya ada subsidi dari koperasi kraton dengan bapak bapak becaknya.

Dan sampailah kami pada tujuan pertama yaitu Museum Kereta, fee entry untuk museum kereta Rp 5000/orang dan kalau membawa kamera nambah Rp 1000 dan dikasi label yang bisa digantung di kamera kita. Seperti namanya, banyak sekali koleksi koleksi berbagai macam jenis kereta kerajaan di pamerkan. Adapun lokasi nya berada tidak jauh dari kraton ngayogyakarta hadiningrat tadi, semua kereta kuda koleksi kraton ini biasa digunakan untuk kepentingan kesultanan maupun pribadi. Koleksi kereta kuda di museum ini ada yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun, tetapi untuk kereta kereta tua seperti itu tidak dipergunakan lagi mengingat masa usia kereta. Nah, jangan lupa juga untuk berkunjung ke sini ya melihat lihat koleksi kereta kuda kepunyaan kraton. Selanjutnya kami kembali ke bapak becak tadi, dia setia menunggu berapa lamapun katanya *jiahhhhhh baper ne pak*, walaupun katanya begitu tapi kita sebagai pengguna jasa juga harus tahu diri ya, jangan lama lama juga mengunjungi satu tempat jika menggunakan jasa tour, kan kesian si bapaknya. Oke, si bapak membawa kami ke dagadu store yang tidak jauh dari museum kereta tadi, disini saya hanya membeli 2 pcs baju khas Jogja untuk nambah koleksi baju baju khas dari daerah daerah yang sudah aku kunjungi, untuk harga tidak terlalu mahal antara Rp 80.000 sd 90.00 an per pcs dan tergantung ukurannya. Beres di dagadu store, bapak nya membawa kami ke pusat ole ole bakpia pathok 99, disini kita bisa melihat langsung proses pembuatan bakpianya, selain itu kita juga bisa membawa bakpia yang fresh from oven alias baru selesai di panggang, jadi lebih garing makannya. Untuka varian bakpia pathok ada beberapa seperti kacang hijau, durian dan lain lain dan tersedia juga dalam 2 ukuran kecil dan sedang.
www.enrymazni.com
Museum Kereta Kuda
Waktu pun sudah tengah hari, selesai berkeliling kraton dan beberapa tempat tadi, waktunya nya mengunjungi tempat wisata yang pasti rame dan setiap orang pasti akan singgah ke sini dulu baru melanjutkan ke tempat wisata lainnya. Tempat wisata siang ini yang kami kunjungi adalah *drum roll* warung makan spesial sambal atau lebih dikenal dengan SS. Ya, warung SS ini tersebar juga di beberapa kota di Indonesia, salah satunya ya di Yogyakarta ini. Saya sudah pernah mencoba warung SS di Jakarta, kebetulan dekat dengan area kampus dan kos an ku. Nah, di sini ketemu lagi sama ini warung, ya sudah kami langsung tancap gas ke TKP. Menu siang ini kami memesan beberapa item makanan dan minuman, karena lapar sudah melanda santapan di depan mata langsung saja kami eksekusi untuk waktu yang sesingkat singkatnya *Red-Rakus*, untuk makanan dan minuman tadi seharga Rp 44.000 ditambah parkir motor Rp 3000, dan itu masih tergolong murah untuk makan 2 orang yang kelaparan. Selesai makan, rencana kami mau ke candi prambanan, perjalanan pun sudah kami tempuh kira kira seperampat jalan *haha belum jauh seh* mengingat waktu sudah hampir sore dan perjalanan membutuhkan waktu lama, kami pun memutuskan ke candi prambanan keesokan harinya. jadi, motor pun saya balik arah kembali ke alun alun untuk menikmati sore hari, sekalian saya penasaran ingin mencoba peruntungan melewati 2 buah pohon beringin yang di alun alun dan merupakan salah satu things to do ketika kita ke Yogyakarta. Sebelum samapi di alun alun, kami sempat singgah sebentar di tempat minum Raden Susu, sambil santai sejenak menikmati beberapa cemilan dan susu segar, di raden susu langsung saja kami memesan susu cokelat Rp 9000, Susu Pisang Rp 10.000, Pisang bakar keju Rp 10.000, Roti bakar cokelat Rp 10.000 dan satu bungkus mini kacang pedas Rp 1000.
www.enrymazni.com
Alun Alun Pohon Beringin
Suasana alun alun phon beringin sore ini terlihat ramai, *begitu saya menyebutnya*. Sebagian orang mencoba peruntungan dengan melewati di tengah tengah pohon beringin dengan mata tertutup, sebagian juga ada yang lagi duduk duduk santai sembari bercengkraman bersama keluarga maupun teman teman dekat. Nah, sorre ini saya juga tidak mau ketinggalan dunk untuk mencoba melewati diantara 2 buah pohon beringin ini, setelah mata ditutup, sembari teman saya juga mengikutinya dari belakang,samping kiri dan samping kanan mungkin kadang kadang dia juga mengikuti dari depan saya, entahlah yang jelas dia mengikuti saya agar nanti tidak nabrak orang lain yang juga lagi berjalan menuju antara dua pohon ini. And the result is *drum roll* yessss saya berhasilllllllll jalan lurus ke tengah tengah pohon beringin ini. Padahal ini untuk pertama kalinya mencoba dan langsung berhasil, senang banget sebenarnya, tapi yang namanya kepercayaan tadi itu semua kembali ke diri kita masing masing tentang mitos 2 buah pohon beringin ini. oke, karena sudah hampir magrib kamipun langsung menuju kembali ke hotel untuk istirahat sejenak, karena rencana malam ini mau ngubek ngubek Malioboro lagi sambil cari makan malam. Bayar parkir motor di alun alun Rp 3000, start mesin motor, pasang waze cusss ke hotel. Selama beberapa hari di Yogyakarta, Waze adalah teman ketiga yang selalu menemani dan menjadi lokal guide kami. Walaupun kadang kadang rute yang di arahkan waze ini agak sedikit memutar jalan, padahal jalan terdekat nya ada.

Candi Prambanan

Last day in Yogyakarta, mulai prepare check out hotel jam 09.00 an. Pagi ini sebelum menuju candi prambanan, saya ada janji ingin mengunjungi teman di daerah Godean, nama detail daerahnya saya tidak tahu pasti. Yang jelas perjalanan menuju ke rumah teman saya tetap di menggunakan waze. Karena lagi di Yogyakarta saya pun mengabari keberadaan saya di Yogyakarta, dan spontan aja dia bilang harus datang ke rumahnya sebelum balik ke Jakarta. Memang kami sudah lama tidak ketemu semenjak dia pindah kerja ke RS Sleman Yogyakarta dan juga ikut suaminya, namanya juga teman se profesi waktu dia masih kerja di RSUD Bangkinang dulu, jadi wajib dunk untuk tetap menjaga tali silahturahmi yang sudah beberapa tahun tidak tersambung lagi *jiahhh tinggi amat bahasanya*, walaupun lokasi rumahnya jauh dari tempat saya menginap, tapi karena menggunakan motor ya tidak masalah seh walaupun harus mengendarai hampir satu jam. Sesampai di rumahnya, kami pun di sambut dengan kue kue dan sekalian makan siang yang sudah tersedia *hahaha makan gratis, hemat lagi deh*. Ok, abaikan, setelah itu kami baru melanjutkan ke destinasi terakhir untuk di Yogyakarta, candi prambanan dengan jarak tempuh yang agak sedikit jauh dan memakan waktu 1 jam an lebih dari lokasi rumah teman saya tadi, kami harus segera ke prambanan mengingat waktu yang tidak banyak, sebelum ke candi singgah ke SPBU untuk ngasi minum motor, isi Rp 15.000 udah full lagi tangki nya dan perjalanan pun berlanjut. Candi prambanan ini terletak di pinggir jalan besar, sehingga dari sisi jalan besar sudah kelihatan area candi nya, disini motor diperbolehkan masuk ke area candi, karena untuk parkiran motor sudah di sediakan di dalamnya, cukup membayar Rp 3000/parkir kita sudah bisa meninggalkan motor dengan tenang dan nyaman. Sedikit berbeda untuk area parkir di candi Borobudur, yang diperbolehkan masuk area parkir hanya kendaraan roda 4 saja, sedangkan motor bisa parkir di luar area candi alias di rumah rumah warga setempat, dan ini merupakan menjadi salah satu pendapatan warga setempat.
www.enrymazni.com
Candi Prambanan
Oh ya karena ini hari ketiga, kami harus menambah biaya sewa motor nya sebesar Rp 50.000, dikarenakan pemakaiannya tidak full untuk 24 jam hanya sampai pukul 16.00 sore saja. Sebenarnya dari pihak penyewa nya bilang kalau tidak dipakai selama 24 jam, bisa di buat hitungan jam seharga Rp 10.000/jam nya, tapi teman saya berhasil melobi pihak motornya dan akhirnya dapat deh harganya segitu sampai pukul Rp 16.00. Candi Prambanan terletak tidak jauh dari candi ratu boko, dan dari candi prambanan juga ada shuttle bus nya untuk menuju candi ratu boko dan menurut saya lebih hemat tiketnya jika beli paket, paket tiket masuk untuk candi prambanan dan candi ratu boko hanya Rp 50.000 bisa di beli di loket candi prambanan, selain itu mereka juga menyediakan free shuttle bus dari prambanan ke ratu boko, sedangkan single tiket masuk untuk masing masing candi adalah Rp 30.000/orang. Jadi kalau kita punya banyak waktu seharian untuk mengunjungi 2 buah candi sekaligus, lebih baik beli tiket combo tadi. Untuk wisata candi prambanan tidak jauh berbeda dengan candi borobudur, candi prambanan adalah komplek candi Hindu terbesar di Indonesia, candi ini juga di kenal dengan nama Candi Loro Jonggrang yang di persembahkan untuk Trimurti. Nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha yang artinya 'rumah siwa', Candi ini terletak di kecamatan Prambanan sleman berjarak lebih kurang 17 KM dari kota Yogyakarta. Candi yang terletak di desa Bokoharjo ini merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO dan termasuk salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Mengunjungi candi prambanan pun menurut saya sedikit lebih berbeda dengan candi Borobudur, karena lokasi di candi prambanan terdapat banyak pepohonan yang rindang serta udara sejuknya, jadi kalau sudah capek dan panas panasan keliling prambanan kita bisa istirhat sejenak di beberapa spot area pohon. Pada kesempatan kali ini kami tidak semoat untuk berkunjung ke candi ratu boko, mengingat waktu yang terbatas, dan jam 16.00 sudah harus tiba di stasiun lempuyangan untuk kembali ke Jakarta, sekalian pengembalian motor sewaan kamipun serah terima di area stasiun.

Yogyakarta, perjalanan singkat ini sudah harus kami akhiri, mungkin di lain kesempatan akan kembali ke kota yang penuh dengan tempat wisata sejarah dan alam ini. Selalu ada jalan untuk kembali lagi, baik minggu depan, bulan depan atau bahkan tahun depan dengan suasana yang berbeda pastinya. Kereta Gaya Malam menuju Pasar Senen Jakarta berangkat pukul 17.00 dan kami hanya bisa menikmati perjalanan kembali sembari beristirahat, dan saya harus mempersiapkan kembali untuk trip selanjutnya di minggu depan. Trip To Java Bali yang akan saya manfaatkan lebih kurang 2 minggu ini. Dan perjalanan nanti akan di mulai dari kota Semarang.
Subscribe and Like My Youtube Channel : BCC Traveling

'Keep Travelin Keep Writing'

BACA JUGA :
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

0 comments :

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Blog Enry Mazni