Search Now

Memuat...

Jalan Lagi : Situs Megalitikum Gunung Padang

07.17 EnryMazniDotCom 7 Comments

EnryMazniDotCom- Berada di pulau jawa untuk beberapa waktu, membuat saya mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk melampiaskan hobi jalan jalan saya. Walaupun tidak semua penjuru di pulau jawa bisa saya kunjungi, tapi setidaknya bisa berkunjung ke beberapa daerah atau kota kota besar di pulau jawa. Mempunyai waktu yang singkat selama berada di sini, alhamdulillah sampai saat ini saya sudah menginjakkan kaki di beberapa tempat seperti, Bogor, Purwakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Jepara, Karimun Jawa, Madiun, Surabaya, Sukabumi dan Gunung Padang Kab. Cianjur. Semoga di sisa waktu yang ada saya masih bisa melanjutkkan ke beberapa kota atau daerah lainnya di pulau jawa, berbicara tentang tujuan wisata di pulau jawa, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang perjalanan saya yang baru baru ini. Perjalanan bersama "Trio Kompak" ini, hanya membutuhkan satu hari saja. Kenapa saya menyebutnya Trio Kompak? karena setiap trip di weekend kami selalu bertiga.

Trio Kompak
Trio Kompak
Ini adalah One Day Trip (ODT) nya Trio Kompak, sebelum berbagi cerita saya perkenalkan dulu para pemainnya. Ada Firman Abdul yang tidak bisa tertawa lepas kalau lagi bertiga (Jaim), ada Tan Yen si ceriwis yang menghidupkan suasana perjalanan kami dan selalu ada bahan buat ketawa dan saya sendiri Enry Mazni yang selalu di harapkan kehadirannya di setiap perjalanan mereka *Kepedean*. Adapun tempat wisata yang bakalan kami kunjungi adalah Gunung Padang Kab. Cianjur Provinsi Jawa Barat. Sebuah lokasi peninggalan purba kala yaitu situs tradisi megalitik yang terletak di desa karyamukti kecamatan Campaka. Sebelumnya, mari kita mengenal sedikit sejarah tentang Situs Megalitik Gunung Padang ini, situs peninggalan zaman prasejarah ini mempunyai daya tarik sendiri untuk dikunjungi.

Situs Megalitik - Gunung Padang

Satu lagi lokasi wisata sejarah yang terdapat di Indonesia, tepatnya di Provinsi Jawa Barat. Situs Megalitik merupakan sebuah situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum, situs ini berada di desa Karyamukti  Kab Cianjur, situs ini dikelilingi lembah lembah yang sangat dalam dan dahulunya tempat ini dikeramatkan oleh warga setempat karena menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi dan raja Sunda membangun istana dalam semalam. Adapun fungsi nya diduga sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang tinggal disini pada 2000 SM, ada beberapa orang mempercayainya kalau situs ini mempunyai keterkaitan dengan Piramida di Mesir, karena bentuknya yang mirip didalam ruangannya dan dari segi umur situs ini lebih tua dari Piramida Mesir tadi. Sampai saat ini, penelitian pun masih tetap dikembangkan. Jadi, situs Megalitik ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi, apalagi bagi para pecinta sejarah merupakan keharusan untuk datang melihat secara langsung.
Situs Megalitikum
Situs Megalitikum
Akhirnya, kesampain juga untuk datang melihat langsung situs sejarah ini. Perjalanan saya mulai dari stasiun jakarta kota menggunakan krl menuju Bogor, krl pertama menuju Bogor pukul 05.30 menurut jadwal, tapi saat itu krlnya sedikit molor tapi syukurlah masih bisa tepat waktu sampai di stasiun Bogor walaupun sedikit mepet ya. Karena dari stasiun Bogor saya harus pindah stasiun lagi ke stasiun Paledang menggunakan kereta api pangrango tujuan Sukabumi, jadwal kereta pertama pukul 08.05 cukup bayar ongkos Rp 25.000, tapi waktu itu saya dapat disc potongan Rp 5000 menjadi Rp 20.000/one way dan pembelian tiket bisa langsung di web kereta nya. Adapun lama waktu tempuh dari Paledang Bogor menuju Sukabumi lebih kurang 2 jam, tepat pukul 10.05 saya sampai di Sukabumi dan harus naik kereta api lagi menuju stasiun Lampegan, lagi lagi waktu nya meet sekali, karena kereta pertama menuju Lampegan pada pukul 10.20, dan pembelian tiket nya bisa langsung di loketnya, karena tidak tersedia secara online. Ongkosnya juga terbilang murah, hanya Rp 3000 untuk sekali jalan dengan jarak tempuh lebih kurang 40 menit. Untuk kereta api dari Sukabumi ke Lampegan ini, para penumpang tidak mendapatkan nomor tempat duduk, ya jadi kita bebas aja mau duduk dimana aja, kalau beruntung ada kursi kosong kalau tidak? ya terpaksalah berdiri saja sampai ke tempat tujuan.
We Are Firman,Enry,Tanyen
We Are Firman,Enry,Tanyen
Lampegan memang stasiun kecil yang dikelilingi perbukitan perkebunan teh, jadi udaranya segar sekali dan adem pastinya. Walaupun saat ini sudah menunjukan jam 11 lewat, tapi tetap saja udaranya sedikit sejuk, saat turun dari kereta, kami bertiga di hampiri sama akang akang tukang ojek, mereka menawarkan jasa antar menuju Gunung Padang, tapi karena kami belum mau langsung ke sana jadi tawaran akang ojeknya kami tolak sementara alias belum mau nego harga dulu. Ya, seperti biasa kami mau berpoto dulu di depan gerbang terowongan  yang dilewati kereta api tadi. Selesai poto poto ala ala mode majalah barulah kami kembali ke ruang tunggu dalam stasiun sambil menunggu travelmate saya ke toilet. Travelmate saya yang satu ini orangnya beseran alias pantang lihat toilet bawaanya mau ke sana terus. Negosiasi antara kami dengan akang ojeknya pun dimulai, awalnya dia nawarin Rp 100.000/PP, tapi itu masih kemahalan karena berdasarkan artikel yang dibaca untuk sewa ojek dari stasiun Lampegan ke situs megalitik gunung padang paling mahal Rp 70.000. Akhirnya kami masih lanjut bernegosiasi dari harga awal yang ditawarkan, Akang ojeknya masih saja bertahan dengan harganya, setelah negosiasi yang cukup alot akang ojeknya pun perlahan lahan menurunkan harga menjadi Rp 90.000 dan ini masih aja kemahalan. Dan kamipun masih tetap bertahanan dengan harga Rp 70.000, kemudian akang ojeknya nyerah dan kita pun deal dengan harga RP 70.000/PP.

Untuk sewa ojek pergi dan pulang seharga Rp 70.000 masih cukup murah, karena akang akang ojeknya bakalan nungguin kita sampai selesai, ya paling lama 2 atau 3 jam an lah karena lokasi situs megalitik tidak terlalu luas untuk dikelilingi. Dengan 3 kendaraan perjalanan menuju gunung padang bermula, jalan yang dilewati lumayan mulus walau sesekali jumpa aspal yang rusa, sepanjang perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan perbukitan perkebunan teh dan ladang warga. Waktu tempuh ke lokasi lebih kurang 20 sd 30 menit dengan medan jalan turun naik plus udara segar sepanjang perjalanan. Transportasi disini hanya ada ojek saja, tidak ada tranportasi umum, jadi ya kalau mau ke sini dari Lampegan satu satunya jalan ya sewa ojek dari stasiun.
View Situs Dari Atas
View Situs Dari Atas
Untuk tiket masuk nya seharga Rp 5000/orang, dan jangan lupa untuk mengisi buku tamu di loket saat membeli tiket tadi, tujuannya supaya pengunjung yang data terdata dari mana asalnya *mungkin ya*. Kami pun langsung ke pintu masuk dan melanjutkan ke lokasi situs megalitiknya, nah sedikit tantangan ne untuk menuju ke sana, karena kita harus berjalan menanjak yang lumayan tinggi kira kira seperti tanjakan perkebunan teh. Jalan masuk dan keluar dari situ ini pun di bedakan, jadi tidak perlu takut kalau berdesak desakkan seandainya para pengunjung suatu saat nanti membludak *amin*. Sesampai di atas saya beristirahat sebentar untuk atur pernafasan setelah menanjak dan lumayan capek. Hamparan reruntuhan bebatuan sisa sisa prasejarahpun menyambut kedatangan kami, rumputan hijau menambah keindahannya. Sesekali pandangan saya lepas ke arah perbukitan di sekitarnya, sambil melihat ulah pengunjung lain yang sibuk dengan selfi selfi di setiap sudut lokasi, dan kamipun segera akan melakukan hal yang sama nantinya *haha Groufie*.

Tidak banyak seh yang bisa dilihat disini, hanya reruntuhan bebatuan yang menurut saya ya hanya bebatuan biasa, tidak nampak berbentuk sesuatu seperti candi candi. Jadi kurang dapat menikmatinya, Disini juga terdapat beberapa warung warga  yang menjual makanan makanan kecil dan nasi juga, aktifitas para pengunjung termasuk saya selama berada disini hanya duduk duduk saja sesekali melihat lihat reruntuhan batuan situs megalitik. Tidak ada aktifitas lain yang bisa dilakukan selain duduk sambil menghirup udara segar perbukitan dan pemandangan lepas perkebunan teh nan jauh di bukit seberang *hahaha*. Merasa sudah cukup untuk berada disini, kamipun akhirnya memutuskan untuk kembali ke bawah sekalian mau makan siang dulu di warung bawah. Jam sudah menunjukkan pukul 13. an, dan akang tukang ojeknya merekomendasikan jam 14.00 an sudah harus tiba di stasiun Lampegan mengingat kereta api tujuan Sukabumi akan berangkat pada pukul 14.40. Selesai makan, kamipun langsung kembali ke stasiun karena perjalanan di gunung padang sudah cukup dan tidak perlu berlama lama, karena setelah sampai di Sukabumi kami akan berkulineran sebelum lanjut pulang ke jakarta. Sesampai di stasiun, dan saatnya menyelesaikan pembayaran sama akang ojeknya, setelah itu lanjut beli tiket kereta Lampegan ke Sukabumi seharga Rp 3000 dan lagi lagi harus buru buru naik biar dapat tempat duduk, karena kereta apinya tidak menetapkan no tempat duduk saat pembelian tiket.
My Travelmate Tan Yen, Firman
My Travelmate Tan Yen, Firman
Sebenarnya niat awal seh mau langsung keretaan dari Sukabumi ke Bogor, tapi apakan daya tiketnya sudah habis untuk sore itu. jadi, sesampainyadi Sukabumi kamipun melanjutkan dengan kendaraan umum dari terminalnya. Keluar stasiun kereta saya bareng travelmate dua lagi melanjutkan berjalan kaki menuju terminal, dengan bermodalkan tanya sana tanya sini kamipun memulai mulai melangkah menuju tujuan. Sambil berjalan menuju terminal kami memanfaatkan untuk berkulineran sore, ya namanya "Trio Kompak" kalau sudah trip bertiga ingatnya makan mulu dan suasana trip yang selalu heboh dengan tawa lepas kami masing masing. Sore ini kami mencoba nasi bakar kemangi, sate jengkol dan sate hati, nasi bakarnya maknyus banget, dengan balutan daun pisang lalu dibakar untuk langsung disantap panas panas. Beres dengan nasi bakar kemangi kamipun melanjutkan menuju terminal, lagi lagi saya hasrat makan saya timbul ketika melihat ada bapak bapak penjual jagung rebus dengan menggunakan sepeda berdiri tepat di persimpangan jalan, sayapun langsung menghampirinya dan membeli 3 buah jagung rebus manis seharga Rp 5000. Jagung pun saya nikmati sambil berjalan menuju terminal, tak terasa sudah 2 buah aja jagungnya saya lahap sendirian karena dua orang travelmate saya tidak tertarik untuk mencobanya, ya sudah berarti saya dong yang menghabiskannya. Sebenarnya lokasi terminal bisa di tempuh dengan lebih cepat, tapi namanya juga ini trip "Trio Kompak" wajib memasukkan agenda kulineran atau yang penting pokoknya makan makan diperbanyak. Ini aja sudah mau sampai ke terminal bus kami masih singgah ke sebuah cafe dengan menu utama berbahan durian, pesanan semangkok es durian dan seporsi durian goreng pun mengakhiri wisata kulineran untuk hari ini. Dan pada akhirnya kamipun berhasil sampai di terminal.

Tak tersa sudah pukul 17.00 dan kami harus segera sampai di Bogor agar bisa melanjutkan menuju Jakarta dengan KRL terakhir. Rencana awal mau naik bus dari Sukabumi ke Jakarta tepatnya di terminal Kalideres, setelah dapat informasi dari akang akang terminal katanya bus ke Jakarta terkhir jam 16.00, andaikan tadi tidak kulineran mungkin kami masih dapat kesempatan pakai bus langsung ke Jakarta. Pilihan lainnya adalah menggunakan mobil travel yang banyak ngetem di depan terminal menuju Bogor, karena tidak ada pilihan lain akhirnya kami naik travel dengan ongkos Rp 25.000/orang. perjalanan menuju Bogor lebih kurang dua jam, tergantung macet apa enggaknya. Perjalanan malam menuju Bogor di iringi hujan yang lumayan lebat, dan ini kesempatan untuk istirahat sejenak selama perjalanan.
Baca Juga : Perjalanan Singkat Ke Purwakarta
Sayang sekali perjalanan kami memakan waktu lama, karena menjelang masuk kota Bogor terjadi kemacetan panjang sehingga kendaraan banyak yang terlambat sampai Bogor. Karena takut terlambat sampai ke stasiun Bogor, akhirnya kami memutuskan untuk turun di tengah kemacetan sambil hujan hujanan.
Dan akhirnya kami menuju stasiun Bogor menggunakan ojek online untuk menghindari kemacetan dan tentunya akan lebih cepat pastinya. Sesampai di stasiun Bogor kami pun segera menuju ke peron 3 yaitu KRL tujuan Jakarta Kota, dalam KRL kami tidak mau menyianyiakan kesempatan untuk istirahart tidur lagi menjelang sampai tujuan, dan salah satu travelmate saya pun turun di stasiun Manggarai dan saya dengan teman satu lagi mengakhiri perjalanan di stasiun Jakarta Kota. Alhamdulillah perjalanan singkat para "Trio Kompak" hari ini berjalan lancar dan berjalan dengan penuh kekenyangan *hahaha*.

'Keep Traveling Keep Writing'

BACA JUGA :

7 komentar :

  1. Harga ojek nya cuman naik 10 rebu dari 2013 gw kesana 60 rebu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi mas, itu malahan kemaren di palakin 100rb. hehehehe kita harus pinter pinter

      Hapus
  2. jagung rebusnya murah sekali... disini yang mentah aja rp 2000 sebiji hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe ya mba, sukabumi murah murah juga kulineran lainnya

      Hapus
  3. Naik ke atas situs ternyata cukup menguras tenaga juga ya. Saya sedang berpikir-pikir untuk ke sana. Jadi musti Latihan lari dulu nih dari rumah, biar sanggup naik ke atas situs Gunung Padang ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe gak harus kok mba evi, naik nya santai aja kalau capek toh istirahat.. lagipun gak kerasa capeknya karena udaranya segar banget

      Hapus
  4. Wahh... kerennn...
    belum pernah ke gunung padang...
    Note #haruskesini

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Blog Enry Mazni