Travelling Stories and Medical Record

Home Top Ad

hii reader, mau sharing  cerita backpackeran saya waktu mengunjungi Redang Island di Negeri Kuala Terengganu Malaysia sekitar Oktober 2014...

Mencoba Menjelajahi Kuala Terengganu Malaysia

hii reader, mau sharing  cerita backpackeran saya waktu mengunjungi Redang Island di Negeri Kuala Terengganu Malaysia sekitar Oktober 2014, kali ini trip saya bukan bertemakan city tour tapi lebih ke menikmati keindahan alam bawah laut, tidak seperti cerita perjalanan saya sebelumnya yang lebih banyak city sightseeing adalah lebih menikmati keindahan atau landmark sebuah kota atau negara tujuan kita saat travelling.

Tujuan saya saat ini adalah ke sebuah pulau yang berada di negara malaysia di Kuala terengganu lebih tepatnya sebuah pulau yang lebih di kenal dengan "Redang Island" lama perjalanan dengan bus sekitar 5 Jam dari terminal Puduraya, pulau ini yang katanya memiliki keindahan alam bawah laut dan menyimpan banyak jenis jenis ikan dan bisa dikatakan terumbu karang raja ampat nya Indonesia. Ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri dengan tujuan ke sebuah pulau, dan untuk pertama kali nya menginjakkan kaki di salah satu negeri bagian dari negara Malaysia ini.

Sebelum bercerita panjang lebar mengenai trip ini, tentunya saya akan menginfokan budget untuk tiket pesawatnya, seperti biasa seorang backpacker tidak akan bisa lepas dengan maskapai berjudul "Low Budget atau Low Cost" sebut saja salah satunya adalah maskapai yang di gawangi Tony Fernandes dengan slogan "Now Everyone Can Fly" yapppp itu dia Airasia. Airasia merupakan maskapai pilihan yang tepat bagi saya pribadi, mengingat dari kota tempat saya tinggal hanya Airasia yang selalu mengantarkan saya untuk bisa backpackeran ke luar negeri dari tahun 2012, Airasia telah merubah hidup saya secara pribadi dalam dunia travelling.
KLIA2
15 Oktober 2014 perjalanan saya dari kota Pekanbaru menuju Kuala Lumpur tepatnya di KLIA2 dengan harga tiket 464.000 IDR untuk 2 orang return ticket. Dan ini untuk kedua kali mendarat di bandara baru KLIA2 yang lebih megah bila di bandingkan dengan LCCT terdahulu. Pada hari yang sama saya langsung connect ke next flight dari KLIA2 menuju Kuala Terengganu masih bersama si burung besi merah dengan harga tiket 142 MYR untuk 2 orang return ticket.
Bandara Sultan Mahmud (TGG)
Jam 16.50 waktu setempat "perfect landing" di bandara Sultan Mahmud Terengganu, begitulah angka yang tertera dalam tiket saya dari Kuala Lumpur menuju Terengganu, sebuah bandara yang bisa dikatakan tidak terlalu besar dan megah dengan tatanan yang rapi di setiap sudut bandaranya, perjalanan sudah saya rencanakan yaitu kami berjalan kaki menuju kota terengganu. Tapi memang saya agak merasa aneh ketika keluar dari bandara ini karena tidak nampak satu pun kendaraan umum yang hilir mudik di depan bandara. Ternyata setelah dapat info di terengganu memang minim dengan transportasi umum bila dibandingkan dengan Kuala Lumpur, di sini hanya beroperasi Taxi dan Bus yang amat sedikit beroperasional dan kita harus menunggu lama untuk menumpangi sebuah Bus menuju kota.

Karena rencana awal saya tadi berdua teman menuju kota dengan berjalan kaki sambil menyusuri garis pantai dan melewati perkampungan penduduk dengan tujuan sambil melihat lihat, tidak terasa perjalanan dengan kaki kami yang boleh di katakan cukup tangguh sanggup berjalan lebih kurang selama 2 jam. Tidak terasa sudah mau masuk waktu magrib, saya pun mengalihkan perjalanan yang tadinya di tepi pantai langsung kemabli menuju ke jalan utama, setelah melihat map dan masih sangat jauh untuk di tempuh kami pun berinisiatif untuk menumpang kendaraan apa saja yang lewat menuju kota.
Go Go With "Jalan Kaki"
"Hitchhiker" atau biasa dikenal oleh seorang traveller dengan "Acungan Jempol" adalah salah satu cara kami untuk cari tumpangan gratis menuju kota, memang awalnya agak sedikit ragu apakah kami berhasil dengan cara ini, mengingat cara ini mungkin lebih sering di gunakan di negara negara western sana bila di bandingkan di sini. Tapi apa salahnya kita coba, toh beneran berhasil walaupun memang agak sedikit lama, Sebuah mobil mini yang menurut saya sama besarnya dengan mobil nya Mr Bean, hehehe.

Mr Ali, ya namanya Ali asal dari timur tengah tepatnya Iran, orangnya memang helpfull banget. selama perjalanan menuju kota dia nawarin mau dianterin kemana dulu sebelum di drop keperhentian terakhir kami. hahaha saya banyak dapat informasi tentang terengganu mulai dari sulitnya transportasi umumnya yang jarang jarang banget nongol di jalan raya dll. Setelah keliling keliling saya di drop di area jetty atau di sebut dengan pelabuhan kapal, karena besok paginya saya dan teman mau menyebrang ke Pulau Redang. Sebelum pergi tidak lupa saya meminta kontak dia supaya tetap bisa berkomunikasi dan tetap bersilahturahmi tentunya.

Sangat bersyukur dapat tumpangan gratis menuju kota dengan modal jempol, disini lah backpacker style kami bermula, dari mulai cari tumpangan sampai ke penginapan. Hotel, Hostel, Dorm Room tidak terlintas dipikiran saya malam itu yang terpikirkan hanya mesjid, ya mencari mesjid untuk numpang berteduh dan istirahat semalam saja, akhirnya kami mendapatkan pojokan sebuah bangunan yang masih dikatakan berada dalam satu lingkungan mesjid. Memang pojokan gedung ini adalah tempat menyimpan kursi kursi dan meja yang sudah di "Gudang" kan, Sempat bertukar pikiran sama teman saya "Apakah yakin kita bakalan tidur sini atau nyari Hostel?" tapi dengan alasan mencoba nge backpacker tadi kami pun tetap pada pendirian tadi, malam ini kita "Ngegembel" di negara orang.

Berlanjut dengan "Mencoba Bergembel Ria"

0 comment: