Explore Belitung Timur : Idhul Adha Trip (Habis) - Enry Mazni

Latest

Travelling Stories and Medical Record

2 Des 2016

Explore Belitung Timur : Idhul Adha Trip (Habis)

EnryMazniDotCom - Ini cerita lanjutan dari trip Belitung saya sebelumnya, setelah 4 cerita sebelumnya sudah saya share . Dan ini episode terakhirnya, cukup sampai 5 episode saja ya. Karena kalau sampai puluhan episode nanti dikira sinetron lagi *heheheh*. Walaupun hanya ngetrip berdua, tapi saya sangat enjoy selama trip berlangsung, walaupun hanya mempunyai waktu 3 hari 2 malam. Dengan waktu yang tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang ini, saya benar benar puas bisa explore belitung sampai ke bagian Timur pulau ini. Traveling disuasana Idhul Adha memang ada plus minusnya, contohnya saya tidak bisa mencicipi kulineran khas Belitung yaitu Mie Atep Belitung, karena saat itu kedainya tutup karena libur lebaran haji.
Firman Belitung
Firman Belitung
Ini hari terakhir saya dan travelmate saya si 'Peramah Tamah' (red-Firman Abdul) berada di Pulau Belitung ini, karena besok pagi pagi kami sudah harus kembali ke Jakarta. Jadi, satu harian ini akan kami gunakan sebaik baiknya untuk explore Kabupaten Belitung Timur. Dan kami mulai langkah pertama menuju Danau Kaolin, SD Muhammdiyah Gantong (Sekolah Replika Laskar Pelangi), Museum Kata Andrea Hirata dan Kampoeng Ahok yang sudah saya posting sebelumnya.
Baca : Ini Wisata Belitung Selain Pantai (Bag-4)
Di postingan ini, saya akan berbagi beberapa tempat wisata belitung timur. Sebelum lanjut ke beberapa tempat berikutnya, kami istirahat sejenak ke sebuah warung kopi di kota Manggar. Dapat rekomendasi dari salah satu guide tour saat membawa rombongan ke Kampoeng Ahok, karena dia sering membawa rombongan tour ke warung kopi ini, namanya adalah warung kopi Millenium. Meskipun namanya warung kopi, tidak semata mata hanya menjual kopi, tapi mereka juga banyak menyediakan menu menu makanan lainnya.

Saat sampai disini, warung kopi Millenium sangat luas untuk sebuah ukuran warung kopi, dan siang itu pengunjung pun sangat ramai untuk bersantap siang dan rata rata pengunjungnya adalah para wisatawan. Siang ini kami memesan beberapa makanan dan minuman dingin, dan harga untuk sebuah menu makanan dan minumanpun standar, alias tidak terlalu mahal. Untuk makan berdua siang ini, kami hanya menghabiskan uang Rp 55.000, murahkan?.

Pantai Burung Mandi

Perjalanan pun berlanjut ke pantai Burung Mandi, pantai yang terletak di desa Burung Mandi kota Manggar Belitung Timur ini memiliki ombak yang tenang sepanjang garis pantai. Tak tampak tumpukan batu granit di pantai ini. Hanya jejeran perahu perahu nelayan yang berbaris rapi sepanjang pinggiran pantai, dengan corak warna warni pada setiap perahu. Pantai Burung Mandi yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan Vihara Dwi Kwam Im ini, sangat cocok untuk bersantai menghabiskan waktu bersama keluarga dan para sahabat.

Terlihat jajaran pohon pohon rindang yang menjulang tinggi sepanjang pantai Burung Mandi, terdapat banyak kursi kursi untuk santai menghadap ke lepas pantai. Kita bisa menghabiskan waktu sambil menikmati cemilan sambil ditiup angin pantai yang membuat suasana menjadi lebih rilek. Untuk biaya masuk ke area pantai Burung Mandi pun tergolong murah, cukup membayar Rp 4000 per kendaraan.
Pantai Burung Mandi - Belitung Timur
Pantai Burung Mandi - Belitung Timur
Air laut yang membentang biru dan pasir pantai putih kecokelatan, membuat nyaman untuk berjalan jalan dipinggiran pantai sambil bermain riak ombak pantai yang tenang. Akses jalan menuju lokasi pun sudah bagus dan mulus, jadi tidak perlu khawatir menggunakan kendaraan apapun, baik motor atau mobil. Untuk urusan tempat makan jangan takut, disini banyak tersedia warung warung kecil yang menjual berbagai jenis makanan, mau makan seafood ada, mau makan ringan juga tersedia atau mau bersantai sambil minum air kelapa muda? tinggal pesan saja.

Sore itu pantai ini Burung Mandi lumayan ramai pengunjung, dan kami hanya duduk sebentar dipinggir pantai menikmati pemandangan luas terbentang dihadapan. Warna warni perahu nelayan yang berada di samping kamipun menarik perhatian kami untuk mengabadikannya, bahkan menjadi spot untuk kami berphoto photo. Jadi, pantai Burung Mandi adalah salah satu pantai yang sedikit berbeda dengan pantai pantai lainnya di Belitung, penasaran? ayooo berwisata ke Pulau Belitung.

Vihara Dewi Kwan In

Tidak jauh dari Pantai Burung Mandi, terdapat satu lagi objek wisata sejarah. Vihara atau Kuil Dewi Kwan Im merupakan salah satu Vihara tertua dan terbesar di Pulau Belitung. Setelah berkunjung ke Pantai Burung Mandi, kami pun berlanjut ke Vihara ini. Objek wisata ini menurut saya hampir ada di setiap daerah, bahkan di luar negeri juga memiliki kuil dengan nama yang sama. Sebut saja di Penang Malaysia tepatnya di Kek Lok Si Temple terdapat patung Dewi Kwan In berdiri megah.

Untuk masuk ke dalam kuil ini, kita tidak dikenakan biaya sama sekali. Jadi, jangan lupa untuk singgah ke sini. Nah, karena merupakan tempat ibadah, hendaklah kita menjaga sikap dan kata selama berada disini. Tunjukkanlah rasa hormat kita walaupun kita berbeda, karena perbedaan itu sangat indah sekali. Ya kan?.
Patung Dewi Kwan In
Patung Dewi Kwan In
Saat berkunjung ke sini, lagi ada perbaikan perbaikan kecil. Dan saat memandang ke atas bukit yang berada dibelakang kuil, terlihat sebuah patung Dewi Kwan Im berdiri kokoh, bagian kepalanya masih tertutup sebuah kain karena patung ini baru saja selesai dibangun. Patung yang berdiri tepat dihalaman belakang kuil yang berada diatas perbukitan ini dibuat menghadap ke arah laut jawa. 

Kuil yang berada diperbukitan ini, masih dikelilingi hutan hutan yang membuat suasana menjadi sejuk. Dan dekat dari kuil ini terdapat sebuah aliran sungai dan menurut masyarakat setempat, aliran sungai tersebut bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan katanya juga bisa membuat awet muda loh. Penasaran mencobanya? ayooo ke Belitung.

Pantai Tambak

Satu lagi pantai yang kami datangi sore hari ini, dan ini adalah tujuan terakhir kami di Belitung Timur sebelum kembali ke kota Tanjung Pandan. Pantai Tambak yang terletak di Belitung Timur berjarak sekitar 75 KM dari Tanjung Pandan ini kami tempuh menggunakan sepeda motor. Akses jalan meunju ke Pantai ini pun sangat mudah, walaupun bagi pemula atau pertama kali ke sini seperti kami. Dengan bantuan aplikasi petunjuk arah akhirnya kami bisa sampai di Pantai Tambak.

Pantai yang mempunyai garis pantai yang lumayan panjang ini, juga ditumbuhi banyak pohon pohon pinus sepanjang pinggiran pantai. Walaupun belum terdapat fasilitas disini, tetapi pantai ini menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan. Pantai yang memiliki pasir putih dan halus ini memiliki daya tarik tersendiri, dengan nuansa yang masih alami dan tidak tampak bebatuan granit di Pantai Tambak ini.
Pantai Tambak - Belitung Timur
Pantai Tambak - Belitung Timur
Pantai Tambak ini bisa dikunjungi secara gratis, bisa juga dijadikan tempat untuk berpiknik keluarga, meskipun tidak terdapat kursi kursi kayu dan warung disini. Kita bisa menggelar tikar dengan membawa bekal makanan dari rumah, waktu kami ke sini pantai ini terlihat sepi dari pengunjung dan sore itu angin bertiup cukup kencang bila dibandingkan saat berada di Pantai Burung Mandi.

Bagi yang hobi fotografi, tempat ini juga sangat cocok untuk diabadikan dengan landscape yang menawan. Selain itu, pantai Tambak juga dijadikan masyarakat setempat untuk mencari nafkah, bisa dilhat dari beberapa perahu nelayan lengkap dengan peralatannya berjejer di pinggiran pantai.

Waktu pun sudah semakin sore, dan saatnya kami menyudahi menghabiskan waktu di Pantai Tambak dan waktunya kembali ke asal yaitu ke Tanjung Pandan. Kembali ke Tanjung Pandan kami tempuh lebih kurang 1 jam, memang sore itu saya agak kencang mengendarai motor. Habis jalannya mulus banget dan sepi lagi, siapa coba yang tidak tergoda dengan kondisi jalan seperti itu. Dan salut banget sama pemerintah setempat yang sangat mendukung pariwisata didaerahnya, salah satunya adalah akses jalan sebagai sarana pendukung.
Pasir Putih Pantai Tambak - Belitung Timur
Pasir Putih Pantai Tambak - Belitung Timur
Alhamdulillah, akhirnya kami pun sampai dengan selamat di Tanjung Pandan sebelum matahari terbenam. Karena masih ada waktu , kamipun memanfaatkan sisa waktu disore hari untuk berfoto di depan tugu Batu Satam ikon nya Belitung, dan mengabadikan momen berfoto di marka jalan 0 KM nya Belitung. Kemudian kami melanjutkan santap sore mie Belitung, tapi bukan Mie Atep Belitung yang fenomenal itu ya.

Setelah santap sore, kamipun langsung beranjak menuju ke penginapan untuk melepas lelah setelah seharian berkeliling di Belitung Timur, ditemani sepeda motor matic yang menurut saya sangat boros konsumsi BBM, tetapi selama 3 hari 2 malam di Pulau Belitung kami sangat terbantu sekali. Selama beberapa hari disini saya sangat puas, karena cukup banyak tempat tempat wisata yang bisa saya jelajahi. Walaupun trip ini tidak mempunyai itinerary  yang fixed dan persiapan yang dadakan, tapi bersyukur semuanya bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Rumah Makan Belitong Timpo Duluk

Walaupun tadi sudah santap sore, hehehe sekarang waktunya santap malam. Malam terakhir di kota Tanjung Pandan ini kami bersantap di rumah makan Belitong Timpo Duluk, dari namanya sudah bisa ditebak kalau rumah makan ini dibuat dengan nuansa tempo dulu. Bahkan peralatan makan minum nya bertema tempu dulu, rumah makan ini menempati sebuah rumah lama masyarakat Belitung. Pokoknya kita akan terbawa ke masa masa zaman dahulu.

Untuk menu makan malam, kami memesan menu paket yang namanya 'Dulang Set' yaitu menu makanan yang terdiri berbagai macam makanan khas Belitong seperti Gangan Ikan / Gangan Darat, Ayam Ketumbar, Sate Ikan, Sayur Sambal Ati Ampela, Lalapan dan Sambal Serai. Ini merupakan budaya makan bersama yang disajikan dalam wadah bernama 'Dulang'. Untuk mempererat tali silahturahmi antar kerabat, keluarga maupun tamu kehormatan.
Dulang Set - Rumah Makan Timpo Duluk
Dulang Set - Rumah Makan Timpo Duluk
Harga untuk menu Dulang Set pun tidak terlalu mahal hanya Rp 135.000 dan bisa untuk makan 2 orang, nah kalau untuk porsi 4 orang harga nya Rp 240.000. Menu dulang set belum termasuk air minum, jadi untuk minuman kita memesan terpisah. Nah, bagi kami memesan menu paket termasuk salah satu cara menekan budget traveling, selain sedikit menghemat, akan tetapi kita tetap bisa mencicipi beraneka ragam makanan, bila dibandingkan jika kita harus memesan satu persatu jenis makanan khas Belitung ini.
Kami Pun Kenyang - Dulang Set
Kami Pun Kenyang - Dulang Set
Dan saatnya kami kembali ke penginapan, melepas penat dan beristirahat karena besok pagi kami harus kembali terbang balik ke Jakarta. Nah, serukan traveling sebagai backpacker. 

Karena perjalanan ala backpacker ini sudah menjadi passion saya saat traveling, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, seperti berburu tiket pesawat promo. Dan waktu itu kebetulan kami dapat tiket promo dari salah satu travel online dengan potongan harga sebesar Rp 100.000/pax, untuk penerbangan Jakarta Tanjung Pandan. Sekarang banyak bertebar travel online yang menyediakan tiket pesawat dan hotel secara online, dan menurut saya mereka lebih banyak promo diskon jika kita memesannya melalui aplikasinya.

Selain tiket pesawat, jangan lupa untuk mencari penginapan. Sekarang ini semuanya sudah dimudahkan oleh kecanggihan teknologi, hanya dalam hitungan menit kita sudah mendapatkan berbagai macam informasi hotel hotel murah di berbagai daerah bahkan dunia, jadi semua persiapan saya dari tiket sampai booking hotel, biasa saya lakukan melalui aplikasi dari travel online. Apalagi kalau lagi ada 'perang' promo diskon, itu hal yang paling saya suka *termasuk kamu juga kan?*.

"The End"



Keep Traveling Keep Writing

1 komentar:

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Blog Enry Mazni
Jangan lupa Like dan Subscribe EnryMazniDotCom Fan Page dan Youtube Channels at BCC TRAVELLERS